Berbicara tujuan mungkin banyak orang sudah menemukannya namun masih ada beberapa yang belum menemukan tujuan mereka apa di usia seperempat abad, tujuan yang benar-benar memantapkan hati mereka untuk siap menyambut hidup kedepan dan nyaman menjalani proses perjalanan tujuannya sampai kehidupan memberikan ketenangan sebagai hadiah atas keberhasilannya menyelesaikan tujuan. Mungkin orang lain akan melihat mereka seperti sedang bermain-main ditengah seperempat abad umurnya, berbeda dengan mereka yang sudah mendapatkan tujuan hingga dengan mantap menatap kehidupan masa depan dengan semua rencana yang dibuat untuk menyelesaikan tujuan.

Mereka memerlukan tujuan agar hidup mereka seperti apa yang mereka inginkan. Mereka tak mau berpura pura dalam berkehidupan karena mereka berjalan bukan pada tujuan mereka yang sebenarnya melainkan tujuan yang di ambil secara terpaksa karena roda hidup terus berputar dan mau tak mau tujuan apapun itu, suka tak suka mereka harus diambil, karena mereka harus terus bersaing dengan kehidupan dan merelakan petualangan diri mereka dalam pencarian tujuan.

Berbeda dengan mereka yang terus tetap kukuh berjuang sebagai petualang tujuan, yang tak mau menyerah dengan kehidupan dan terus menjadi musafir untuk mendapatkan apa tujuan mereka sebenarnya. Walaupun mereka tahu, mereka akan terus dicibir, namun bila terus memikirkan seorang pencibir itu tentu tujuan tak akan ditemukan, akan selalu saja berjalan ditempat padahal tujuan menunggu diluar sana yang belum tahu bertempat dimana, itu yang mereka cari tempat dimana tujuan itu bertinggal.

Coba untuk mengenal mereka lebih baik, itu pun bila memiliki waktu sedikit untuk berkumpul mengenali mereka. Mereka tahu bagaimana sibuknya yang sudah menemukan tujuan dan tengah menata masa depannya. Jangan kira mereka tak memiliki masa depan hanya karena mereka belum menemukan tujuan dan jangan kira juga mereka tak memperjuangkan mimpi mereka sendiri hanya karena proses mereka dalam mencari seperti bermain-main.

Ketahuilah, sesungguhnya mereka tak benar-benar bermain seperti yang dikatakan para pencibir, mungkin. Mereka berbeda dengan yang sudah sejak dini mengenali diri dengan baik. Seperti apa diri, seperti apa potensi, bagaimana tentang kekurangan, mungkin banyak orang yang sudah mengenali dirinya dengan baik tak seperti mereka. Tetapi mereka tidak sedang bermain-main, mereka tengah berjuang untuk bagaimana mengenali diri mereka sendiri bagaimana mereka bisa berbicara tujuan bila diri sendiri saja tidak mereka kenali. Bermain-main yang dikatakan si pencibir adalah salah satu bentuk langkah perjuangan mereka untuk menemukan tujuan agar kehidupan merasa pantas menerima.

Mereka tak mau hidup setengah setengah, melalui proses tujuan dengan keterpaksaan bukan karena memang tujuan mereka yang diinginkan. Begitu juga hidup, mereka tak mau hidup hanya karena menjalani hidup yang tak mereka sukai walaupun mereka tahu itu sulit dan banyak rintangan untuk mereka. Hanya ikhlas yang mau tak mau harus diambil karena memang pilihannya hanya dua terus ikhlas menjalani atau menyerah.

Tentu mereka juga tak akan mengenalimu dengan baik karena mereka sibuk dengan bermain-mainnya mereka dan mungkin sebelumnya kau juga seperti mereka yang terus mencoba mengenali diri agar tahu bagaimana menempatkan diri agar di kehidupan ini. Tapi jangan nilai bermain-mainnya mereka adalah hal yang negatif, lewat bermain-main mereka sedang mencoba mencari jati diri untuk memantaskan diri ditengah ketatnya persaingan keinginan hidup disesama manusia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *