Hari yang cerah
Terlihat burung-burung pun berkicau menyambutnya
Indah, namun menakutkan
Sialnya dibarengi dengan hadirnya suara-suara yang seharusnya tak didengar

Suara dari kehidupan sosial yang terus bertanya akan mimpi
Mimpi apa? tak tahu yang pasti mimpi berhubungan dengan masa depan nanti
Masa depan yang mungkin ditujukan kepada anak kecil yang sedang duduk ditengah kerumunan sosial
Yang seharus kehidupan sosial tak perlu mengurusi

Perlahan aku dekati
Membungkam semua suara kerumunan sosial yang mendekati
Muncul suara dari tengah kerumunan yang menghampiri

Anak kecil yang bertanya kepada ibunya
Bertanya tentang apa yang akan ia dapati nanti dimasa depannya
Menjawab pertanyaan sang anak dengan awalan senyum namun muka sangat terlihat musam
Sang ibu mengatakan ia bisa menjadi apa yang iya inginkan

Rasanya terjebak diantara harapan sosial
Terus berbohong dan menyembunyikan tentang apa yang mereka sebut tentang mimpi
Belajar bagaimana mematuhi orang lain
Berubah sehingga tak akan menjadi orang buangan lagi

Dan anak kecil itu mengatakan kepada sang ibu tentang mimpinya
Mimpinya yang ingin menjadi seorang astronot, terbang keluar angkasa hanya untuk melihat keindahan alam semesta
Dan tentu menjadi manusia bebas yang jauh dari suara kerumunan sosial yang belakangan sering ia hadapi

Mendengar apa yang diucapkan anak itu tentang mimpinya
Aku berpikir mungkin itu mustahil namun bila melihat raut wajah si anak membuatku berpikir ulang
Mengapa kita tidak terus bermimpi dan menjaga pikiran dengan mimpi dan iman?
Perlu berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk melupakan impian?
Mungkin butuh waktu yang lama
Tapi dengan terus percaya dan terus mencoba tentu hasilnya akan berbeda

Tentu tak akan ada yang peduli dengan ini
Kita yang membuat ini berbeda dari perbedaan yang ada

“Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan impian yang telah anda tinggalkan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *