Bertemu Dengannya

Aku bertemu dengannya malam hari disebuah cafe yang tak ku kenal tapi rasanya begitu dengan rumahku, sebuah cafe yang tenang dengan bangunan serba kayu dan lampu yang redup menemani malam itu. Dia datang dengan seorang temannya, pria, aku tak mengenalnya. Seorang pria dengan rambut panjang bergaya casual. Dalam pikiranku dia hanya temannya.

Tak tahu darimana awalnya aku bisa berbincang dengannya dimalam itu, tiba tiba saja aku sudah berbicara dengannya berbagai macamnya hal, mulai tentang musiknya aku yang begitu menyukai musiknya sampai berbicara tentang fetishnya yang ada dijariku katanya, begitu nyamannya kami berbincang berdua.

Lalu tiba-tiba ia mengatakan mau pergi karena harus pergi syuting untuk video klip barunya, sampai diluar cafe ia berpamitan denganku dengan memberikan ikat kepala rajutannya kepadaku tapi aku menolak, ia pulang bareng temannya dengan sebuah motor matic merah. Sampai dipinggir jalan kami kembali berpamitan dia memberikanku lagi ikat kepala rajutannya kali ini aku terima sambil melihat senyum bahagianya.

Aku jalan pulang kerumah, tiba tiba telepon genggam ku berbunyi, ternyata darinya. Padahal kami tak ada bertukaran nomor telepon saat tadi. Dalam pesannya dia mengatakan selesai syuting dia akan menghampiriku lagi dirumah.

Benar-benar nyata, rasanya ingin kembali tak ingin sadar karena benar benar indah. Lucid dream pertama kali tentang seseorang yang ku idolakan, Danilla. Berharap itu nyata, haha mustahil rasanya. Benar-benar romantis, sayangnya tak semua bisa ku tuliskan. Dan tentu aku berharap akan ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya bertemu dengannya didalam mimpi. Yang pasti obrolan tadi benar-benar asik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *