Malaikat Magang

Dimalam yang hening dan dingin ini
Aku berjalan keluar untuk menghilangkan kebosanan yang membelengu didalam diri
Didalam malam yang terasa kelam ini aku bertemu dengan seseorang yang terdiam
di sisi jalan
Perlahan ku coba memberanikan diri untuk menyapa
Menyapa dengan maksud apa yang sedang terjadi padanya
Karena dengan melihatnya aku merasa malam menjadi semakin kelam

Bersapalah aku dengan seseorang itu
Seseorang yang serba hitam membalut seluruh tubuhnya
Mendekatlah aku padanya
Sembari menyapa dengan maksud memberi tanda aku ingin berbincang dengannya

Aku menyapa dia diam saja
Diam bagai tak ada orang disekitarnya
Seolah menambah kesunyian malam ini

Aku pun tidak menyerah untuk terus menyapanya
Karena ada rasa penasaran yang mengganggu ku setelah melihatnya
Rasa penasaran ada apa dengan seseorang ini
Duduk disisi jalan dengan terbalut termenung kelam dalam dirinya

Aku sempat berpikir apakah ini manusia atau bukan
Atau jangan-jangan aku berjalan dalam mimpiku
Atau juga aku sedang terjebak dalam dimensi yang berbeda
Dimensi yang bukan di isi oleh para manusia
Dan sekali lagi atau Aku bukan manusia lagi sekarang

Sembari terus menyapanya aku mencoba meyakinkan diri aku dimana
Aku mencubit tangan untuk memastikan aku tidak bermimpi
Aku mencoba untuk melihat kakiku dan merasakannya untuk memastikan aku masih
manusia atau bukan
Dan
Melihat kanan dan kiri disekitar untuk memastikan apakah aku sedang berada
dalam dimensi yang berbeda
Sulit untuk memastikakannya karena semua terlihat sama dengan duniaku

Untuk kesekian kalinya aku menyapanya
Dia juga tak melihat
Masih saja sama tenggelam dalam kelamnya malam ini

Dalam hati ku berucap
Sudahlah mungkin dia memang ingin sendiri dengan malamnya
Walaupun aku tidak terima rasa penasaranku belum terjawab
Tapi ya sudahlah mungkin dia sedang tak ingin diganggu
Dan kehadiranku mungkin juga menggangu kemesraannya dengan kelamnya malam

Pergilah aku melangkah meninggalkannya
Melangkah untuk melanjutkan perjalananku mengusir kebosanan yang membelengu
diri yang sempat tersita karena melihatnya disisi jalan
Tiba-tiba ada suara yang seolah memanggilku
Sebab aku lihat disekitar tak ada orang lain selain aku

Kembali aku mendekatinya
Dengan harapan rasa penasaranku pun terjawab

Aku kembali menyapanya
Dan dia pun melihatku namun dia tetap diam
Dengan raut wajah yang seolah membalas sapaanku dan mengizinkan aku duduk
disebelahnya
Duduklah aku dengan harapan tebakanku benar
Namun diam tak mau kunjung pergi

Sampailah aku bertanya untuk menjawab rasa penasaranku ini
Aku bertanya sedang apa duduk disisi jalan
Dia cukup lama menjawab pertanyaanku
Sampai suatu suara mencoba menghempaskan sunyi malam itu
Dia menjawab dia sedang bersedih karena harus kembali
Aku bertanya lagi kepadanya kemanakah dia akan kembali
Dia menjawab dia akan kembali ke dunianya
Dunia yang tak diketahui oleh kalian
Para manusia

Mendengar jawabannya rasa penasaranku bukan hilang
Tetapi semakin bertambah
Dan dalam hati aku berbicara orang disebelahku ini sedang mabukkah
Tapi aku tidak mencium bau minuman sedikit pun
Yang ada hanya bau malam dengan cuaca yang sedikit mendung

Aku bertanya kembali dunia seperti apa itu
Sebelum dia menjawab aku kembali bertanya lagi untuk memastikan penasaranku ini
Siapa kau?
Setelah aku bertanya siapa dia
Kesunyian kembali lagi hadir
Dia tetap diam
Namun aku tak mau pergi sebelum tahu dia siapa

Aku masih menunggu jawabannya
Deg-degan seperti menunggu hasil ujian
Atau jawaban dari wanita idaman

Sebab aku deg-degan karena aku tak tahu siapa lawan bicaraku
Apakah benar manusia atau bukan
Benar-benar penasaran dicampur takut aku dibuatnya

Seketika muncul suara yang keluar dari mulutnya
Dia mengatakan aku takkan percaya bila dia menjawab siapa dirinya
Lantas aku hanya diam saja mendengar perkataannya sembari berharap dia mau
melanjutkan perkataannya
Dia pun melanjutkan perkataanya
Dia mengatakan dia adalah seorang malaikat
Timbul tanda tanya besar dalam diriku
Benarkah orang dihadapanku ini seorang malaikat?
Dia benar-benar serupa denganku
Serupa layaknya seperti manusia
Tapi tak apalah aku penasaran
Ku biarkan dulu Aku tenggelam dalam perkataannya

Rasa tidak percaya dan penasaran tercampur menjadi satu
Sembari aku termenung dalam ketidakpercayaanku akan perkataannya
Dia mengatakan
Benarkan kau tidak percaya
Sudah ku duga memang tak akan ada yang percaya bila aku mengatakan seorang
malaikat karena rupaku benar mirip seperti kalian para manusia

Ya sudahlah aku tak peduli kau malaikat atau apa
Yang pasti kau sedang apa disini duduk termenung malam malam disisi jalan ini
Melihatmu malamku juga terikut kelam

Apakah ini kekuatan dari malaikat?
Mengedalikan alam sesuai dengan isi hatinya
Karena memang malam ini benar-benar kelam dengan kehadirannya
Jangan-jangan dihadapan ini malaikat pencabut nyawa
Yang siap mencabut nyawaku kapan saja
Tapi tak seperti dalam bayanganku
Masa malaikat pencabut nyawa seperti ini?
Berpenampilan rapi
Memang serba hitam tapi benar-benar tak pantas disebut malaikat maut karena
penampilannya itu
Ah terserahlah

Aku pun melanjutkan pertanyaanku sebelumnya
Dunia seperti apa yang dia bilang
Untuk kali ini dia sangat lepas berbicara
Dia menjelaskan tentang dunianya itu
Dunia yang yang begitu indah
Penuh dengan kebahagian disetiap sisinya
Dunia yang apa saja akan terpenuhi
Dunia yang benar-benar kalian manusia inginkan

Lantas aku bertanya kenapa masih disini
Bukan pulang ke dunianya yang begitu indah dikataknya itu
Dia menjawab beginilah tugasku sebagai malaikat
Turun ke dunia kalian untuk membantu kalian
Menjadi seperti kalian dan membantu kalian
Ada banyak orang sepertiku disekitarmu tanpa kau sadari
Begitulah baru aku bisa kembali ke duniaku
Tapi sepertinya sebentar lagi aku akan kembali ke duniaku
Karena pekerjaanku sudah hampir selesai

Aku kembali bertanya
Bukannya bahagia bisa kembali keduniamu?
Kenapa justru kau begitu kelam malam ini?
Tugasmu juga sudah hampir selesai

Dia menjawab
Memang seharusnya aku senang bisa kembali keduniaku
Aku senang pekerjaanku disini menjadi kalian sudah hampir selesai
Namun ada kesalahan yang aku perbuat
Kesalahan apa pungkasku
Dia pun kembali hening
Mungkin dia berpikir untuk menyesali kesalahannya
Tapi aku tetap tak tahu apa kesalahan yang dia perbuat
Sepertinya cukup besar hingga membuatnya kelam seperti ini

Dia mulai kembali bersuara
Melanjutkan pembicaraannya
Ketika aku menjadi kalian seperti sekarang
Aku membantu seseorang yang sedang dalam kesulitan
Kesulitan dalam hidupnya yang baru saja ditinggal pergi oleh kekasihnya
Pergi sangat jauh
Sungguh kasihan aku dengannya
Aku pun membantunya untuk kembali mendapatkan dirinya yang ceria dulu
Sebab aku melihat beberapa gambar yang terpampang dirumahnya
Raut wajahnya begitu ceria
Cukup disayangkan bila raut ceria itu hilang begitu saja

Aku terus menemaninya kehidupannya
Setiap hari
Paling tidak aku membuatnya semangat
Karena menurutku semangat bisa membuat raut cerianya kembalinya
Setiap hari aku bersamanya
Menolongnya sampai raut wajah ceria itu seketika mulai kembali hadir

Namun siapa disangka raut ceria itu hadir bukan karena hadirku
Melaikan ada manusia lain yang hadir dalam dirinya
Seorang manusia yang belakangan ini dekat dan menemaninya
Seakan menggantikan tugasku
Yang selalu bersamanya untuk mengembalikan raut cerianya
Sepertinya pria itu yang berhasil
Bukan aku

Lantas aku kembali bertanya
Apa yang membuatmu merasa bersalah?
Setidaknya tugasmu jadi lebih mudah dengan hadirnya seorang itu

Kesalahan yang ku perbuat adalah
Aku jatuh hati padanya
Manakala seorang malaikat tak pantas untuk melakukan itu
Kalian manusia
Kalian yang tertinggi derajatnya
Bukan kami
Para Malaikat ini

Aku jatuh hati pada raut cerianya yang begitu menenangkan
Sungguh sangat tenang
Sampai aku benar-benar terbawa nyaman oleh wajahnya
Sangat berbeda dengan duniaku yang memang indah
Tapi tak ada raut wajah yang benar-benar membuatku tenang dan nyaman seperti
wajahnya

Namun sepertinya kehadiranku sudah tak diperlukan lagi olehnya
Sudah ada seseorang itu yang menemaninya dan membantunya untuk kembali
mendapatkan raut wajahnya yang ceria itu
Wajah ceria yang membuatku nyaman dan jatuh hati padanya
Tetapi aku tak bisa mendapatkanya karena aku tak layak untuknya
Mendapati dia kembali ceria aku sudah senang setidaknya tugasku selesai dan aku
dapat kembali pulang ke duniaku
Duniaku yang indah

Aku mencoba menjadi seorang manusia
Manusia yang baik untuknya
Agar raut wajah cerianya kembali
Awalnya aku tak masalah
Namun sepanjang perkembangan kembalinya raut wajah cerianya itu
Membuatku benar-benar nyaman
Ku pikir dengan kembalinya raut wajah ceria itu akan berbalas padaku
Berbalas dengan harap sedikitnya punya rasa denganku
Tetapi nyatanya tidak
Seseorang yang hadir itu ternyata yang membuat raut wajahnya kembali

Dia tetap lanjut berbicara
Seakan ingin menuangkan segala keluh kesah dalam dirinya
Pada seorang yang asing seperti ini
Dia melanjutkan
Siapalah aku sekarang ini
Aku hanya bagaikan debu yang terjatuh dalam pojok ruang
Tak tahu kapan akan dibersihkan
Itulah aku sekarang
Mengharapkan yang seharusnya tak aku harapkan
Itulah kesalahankan
Dan itulah mengapa malam ini aku duduk menikmati kelamnya malam

Begitu asik aku mendengar ceritanya
Benar-benar tenggelam dalam ceritanya
Namun tanpa sadar
Seketika cahaya matahari mulai menyinari
Aku yang tadinya begitu terpaku mendengarkan ceritanya
Mulai tersadar mengapa tak ada suaranya lagi terdengar
Aku berpaling dia sudah menghilang
Menghilang tak tahu kemana
Aku ditinggalkan seorang diri disisi jalan itu
Untung belum ada seorang pun yang lewat
Kalau tidak bisa jadi tontonan orang aku dijalan itu

Tapi ya sudahlah
Paling tidak hari ini aku bisa menjadi teman bercerita seorang malaikat
Walaupun aku masih mempertanyakan apakah dia benar malaikat atau bukan
Tetapi ceritanya benar-benar menggugah hatiku
Mendengar begitu kasihnya ia pada si wajah ceria itu
Aku pun tak tahu siapa itu

Sedikit merasa bimbang
Bimbang karena aku tak sempat memberikan saran untuk si malaikat itu
Paling tidak saranku bisa berguna baginya
Tapi dia sudah pergi begitu saja sebelum mulutku berbicara soal saranku padanya

Malam yang kelam telah berganti dengan kicau burung yang menyambut datangnya matahari pagi
Aku tak jadi berjalan jauh
Aku terpaku disisi jalan karena mendengar cerita si malaikat itu
Duduk disisi jalan dari malam hingga pagi menjelang
Bosanku yang membelengu benar-benar pergi
Begitu juga dengan si malaikat itu
Mungkin juga sudah kembali ke dunianya yang indah itu seperti yang dikatakanya
Paling tidak rasa penasaranku sudah terjawabkan mengapa seseorang terpaku disisi jalan dimalam yang kelam tadi

Sampai jumpa malaikat
Mungkin kita akan bertemu dilain waktu atau dilain tempat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *